Efek Dividen terhadap Harga Saham
Saat ini investor saham di pasar modal agak sedikit sibuk. Maklum, saat
ini memasuki bulan yang menggembira kan bagi investor selaku pemegang
saham, karena tengah memasuki musim bagibagi dividen oleh emiten.Sebagian besar emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil membukukan laba bersih dengan peningkatan yang lumayan, antara 20% hingga 30%. Salah satu tujuan investasi saham memang untuk mendapatkan dividen, di samping juga capital gain.Dividen ini penting artinya bagi investor,karena hal itu menunjukkan bahwa manajemen perusahaan telah bekerja keras untuk mencapai pertumbuhan laba semaksimal mungkin untuk kepentingan pemegang saham.
Perusahaan yang membagikan dividen menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan itu bagus, likuiditas keuangan perusahaan sehat karena bisa menyisihkan sebagian keuntungan bersihnya untuk dibagi ke pemegang saham. Ada dua potensi keuntungan yang bisa dinikmati investor jika membeli atau memiliki saham emiten yang selalu membagikan dividen.
Pertama, informasi tentang rencana pembagian dividen bisa memicu hasrat investor yang belum memiliki sahamnya untuk segera memburu sahamnya.Dengan begitu, harga saham di bursa akan mengalami kenaikan. Kedua, tentu saja berupa dividen itu sendiri.Dengan begitu, pemegang saham akan menikmati dua keuntungan sekaligus berupa capital gaindan dividen.
Bulan ini hingga akhir Juni nanti adalah waktu yang sibuk bagi investor. Investor akan menghadiri undangan rapatrapat umum pemegang saham (RUPS). Bagi investor yang belum memiliki saham emiten, berita RUPS akan jadi santapan sehari-hari untuk dipelototi. Apayang ingin diketahui? Apalagi kalau bukan aksi korporasi. Mulai pembagian dividen sampai rencana ekspansi usaha.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa aksi korporasi membagi dividen bukan berarti emiten selalu mencatat pertumbuhan laba bersih.Ada emiten yang meskipun laba bersihnya turun dibandingkan tahun lalu, tetapi tetap konsisten membagi dividen kepada pemegang saham. Bahkan, bukan tidak mungkin, perusahaan yang dalam tahun buku 2010 mencatat rugi bersih, tetapi tetap juga konsisten membagi dividen.
Hal seperti ini menunjukkan bahwa manajemen selalu menjaga likuiditas perusahaan. Artinya,meski membagi dividen, likuiditas perusahaan tidak terganggu sama sekali, arus kas perusahaan terkelola dengan baik oleh manajemen. Selain itu,pelaku pasar juga perlu memahami bahwa dividen tidak selalu berbentuk tunai. Kadang kala, dengan pertimbangan likuiditas perusahaan dan juga likuiditas perdagangan saham di bursa, manajemen membagi dividen dalam bentuk dividen saham.
Apakah pembagian dividen selalu berdampak pada kenaikan harga saham di bursa? Jawabannya, hampir pasti.Hanya, kenaikan itu tidak selalu bersifat seketika, pada saat pengumuman pembagian dividen diumumkan. Dividen, apa pun bentuknya: saham atau tunai, selalu menimbulkan efek psikologis kepada investor.Kalau yang dibagikan adalah dividen tunai,berarti kekayaan investor bertambah besar secara tunai. Jika yang dibagikan dalam bentuk dividen saham,berarti kekayaan investor bertambah berupa penambahan kepemilikan saham.
Keputusan bentuk dividen apakah dalam bentuk saham atau kas biasanya selalu didasarkan atas kondisi arus kas perusahaan dalam kaitannya dengan kebutuhan arus kas untuk masa mendatang. Jika perusahaan membutuhkan dana arus kas yang kuat, misalnya untuk kebutuhan ekspansi,bisa saja perusahaan membagikan dividen dalam bentuk saham. Jika dividen kas berarti perusahaan harus mengeluarkan uang tunai,yang hanya bisa dilakukan kalau kondisi kas perusahaan bagus.
Tidak demikian halnya dengan dividen saham, di mana perusahaan tidak perlu mengurangi koceknya. Emiten yang membagi dividen saham akan mengonversi atau mengapitalisasi laba ditahan menjadi saham. Jadi, apa pun bentuk dividen yang dibagikan, ia akan mengurangi nilai kekayaan perusahaan,tapi menambah aset pemegang saham. Meski begitu, bagi investor dividen saham tetap saja menguntungkan, karena jumlah saham yang dipegang investor bertambah sebesar jumlah dividen saham yang diperoleh dari perusahaan.
Hinggatentusajakekayaan investor bisa bertambah. Apalagi karena faktor psikologis, biasanya saat dividen saham dibagikan harga saham untuk sementara waktu akan naik. Setelah itu, kemungkinan akan terjadi adjustment di pasar, hingga harga saham turun kembali ke nilai yang dianggap wajar.Namun,toh investor masih sempat melepas saham tersebut ketika harga naik, untuk kemudian dapat mengoleksinya kembali ketika harga turun.
Meski begitu,investor tetap harus mewaspadai isu soal pembagian dividen yang beredar di pasar. Sebaiknya, pelaku pasar tidak serta-merta langsung ambil posisi beli hanya karena emiten mau bagi dividen.Yang paling penting diperhatikan adalah jadwal pembagian dividen itu sendiri. Jadwal ini memang menjadi penting bagi investor sebab jadwal pembagian dividen menimbulkan efek terhadap harga saham di bursa.
Ada istilah cum date dan ada ex date.Cum date berarti batas terakhir kepemilikan bagi investor yang sahamnya berhak mendapatkan dividen,sedangkan ex date merupakan batas kepemilikan saham yang tidak berhak atas perolehan dividen. Ilustrasinya begini. Jika perusahaan XYZ akan membagikan dividen sebesar Rp250 per saham dengan cum date 18 Mei 2011 dan ex date 19 Mei 2011, artinya investor yang tercatat sebagai pemegang saham hingga 18 Mei 2011, berhak mendapat dividen Rp250 per saham.
Adapun ex date 19 Mei 2011 merupakan jadwal bagi investor yang tidak lagi berhak atas dividen. Dengan kata lain, jika investor X membeli saham XYZ pada 19 Mei, ia tidak berhak atas dividen. Pada ex date ini biasanya harga saham akan turun, yang secara teoritis mestinya penurunan itu proporsional dengan nilai dividen yang dibagikan.Ini merupakan efek dari pembagian dividen.Ini yang dimaksud dengan dividend effect di bursa. Harga saham mengalami penyesuaian (judgment). Jadi,jangan anggap sepele jadwal pembagian dividen. (sumber)




